Menyusuri Pulau Dewata, Menyatukan Hati, dan Memohon Berkah
Ada perjalanan yang kita lakukan untuk melihat keindahan alam. Ada pula perjalanan yang kita lakukan untuk mencari pengalaman baru. Namun, ada perjalanan yang memiliki makna lebih dalam—perjalanan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, menyucikan pikiran, serta mempererat persaudaraan.
Tirtha Yatra KOM2BALI ke Nusa Penida adalah salah satu perjalanan yang kami lakukan bukan hanya dengan kaki, kendaraan, dan kapal, tetapi juga dengan hati.
Nusa Penida bukan sekadar pulau dengan laut biru dan tebing yang indah. Bagi umat Hindu Bali, Nusa Penida juga memiliki tempat-tempat suci yang menjadi tujuan persembahyangan dan perjalanan spiritual.
Berangkat dengan Satu Tujuan
Perjalanan dimulai dengan semangat kebersamaan. Para anggota KOM2BALI berkumpul dan mempersiapkan perjalanan menuju Nusa Penida. Di antara kesibukan mempersiapkan perlengkapan, ada suasana yang berbeda. Tidak ada tujuan untuk mencari siapa yang paling depan atau siapa yang paling cepat. Semua berjalan bersama dengan satu tujuan:
Ngaturang bakti, memohon kerahayuan, dan mempererat pasemetonan.
Perjalanan menuju pelabuhan menjadi awal dari kebersamaan. Canda, obrolan, dan komunikasi melalui KOM2BALI menjadi bagian dari perjalanan. Bagi kami, komunikasi bukan hanya tentang menyampaikan informasi. Komunikasi juga menjadi cara untuk menjaga kebersamaan dan memastikan seluruh anggota tetap saling memperhatikan selama perjalanan.
Nusa Penida dan Pesona Spiritualnya
Setibanya di Nusa Penida, suasana perjalanan berubah. Pulau ini menyambut kami dengan alam yang begitu indah—perbukitan, laut, tebing, dan suasana pulau yang khas. Namun keindahan alam bukanlah tujuan utama kami. Kami datang untuk Tirtha Yatra.
Dalam tradisi Hindu Bali, Tirtha Yatra merupakan perjalanan suci untuk melakukan persembahyangan ke tempat-tempat suci. Perjalanan ini menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, melakukan introspeksi, serta memohon tuntunan dan kerahayuan. Setiap langkah menuju pura menjadi bagian dari perjalanan batin.
KOM2BALI: Dari Komunikasi Menjadi Persaudaraan
Perjalanan ini juga memiliki makna khusus bagi KOM2BALI. KOM2BALI pada awalnya hadir sebagai sarana komunikasi. Namun dalam perjalanan waktu, komunikasi dapat menjadi jembatan yang mempertemukan banyak orang.
Dari komunikasi lahir kebersamaan. Dari kebersamaan lahir kepedulian. Dan dari kepedulian tumbuh persaudaraan.
Tirtha Yatra ke Nusa Penida menjadi salah satu momentum untuk memperkuat hubungan tersebut.Kami tidak hanya berkumpul karena memiliki perangkat komunikasi yang sama, tetapi karena memiliki semangat yang sama untuk menjaga pasemetonan, kebersamaan, dan budaya Bali.
KOM2BALI
Bersama dalam komunikasi, bersatu dalam persaudaraan.








